Terciduk Di Duta Anti Narkoba Kebumen


TERCIYDUK MENJADI FINALIS 10 BESAR DUTA PELAJAR ANTI NARKOBA KEBUMEN

Karanganayar- Okti  Hanifah (18) Terpilih menjadi 10 Besar Duta Pelajar Anti Narkoba pertama tahun 2018. Okti yang merupakan siswa SMK berhasil mengalahkan puluhan peserta lainnya dalam ajang Pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba Kabupaten Kebumen yang dilaksanakan oleh Kantor Kesbangpol Kebumen.

 Grand Final acara tersebut digelar di Hotel Candisari Karangayar, Kamis (19/7/2018).
Okti merupakan Pelajar kelas 11 TKJ Akutansi di SMK Komputer Karanganyar, Walau tidak menjadi juara pertama okti tetap senang dan sekaligus bahagia dengan pencapaian yang telah dia capai. Ditemui oleh jurnalis OSK di kelasnya “ saya  sangat senang dan sekaligus tidak percaya bisa menjadi sepuluh besar di ajang bergengsi tersebut, ya walau tidak juara satu tetapi bukan berarti tidak senang kan”, ungkapnya dengan tersenyum.
Okti juga menceritakan pengalaman saat di sana, dia berkata ”Semua peserta Duta Pelajar Anti Narkoba Kebumen mengikuti serangkaian tahapan. Saya dan finalis lain harus mengikuti tes tertulis dan wawancara. Setelah itu para peserta menjalani karantina selama dua hari dengan pembekalan materi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), motivator dan akademisi. Selain itu saat grand final para peserta juga mendapat banyak pertanyaan seputar narkotika dari dewan juri”.
Okti menghimbau kepada seluruh siswa siswi SMK Komputer khususnya untuk jauhi narkoba jangan sesekali mencoba karna narkoba bukan untuk di coba-coba apa lagi dikonsumsi dan lebih parahnya menjadi pengedar karna itu sangat berbahaya dan yang pasti menentang hukum.


Gambar 1.1 para finalis catwork diatas panggung


Gambar 1.2 Kepala sekolah dan perwakilan siswa berfoto bersama dengan okti, selapas acara
Gambar 1.3 Okti hanifah berpose setelah di wawancara


cuplikan dari Kegiatan Pemilihan Duta Anti narkoba kebumen












Komentar

Postingan populer dari blog ini

PILKETOS SMK Komputer Karanganyar

Peringatan Kartini SMK Komputer Karanganyar

SOPHIA SI ROBOT "PENGHANCUR" UMAT MANUSIA