SOPHIA SI ROBOT "PENGHANCUR" UMAT MANUSIA
Manusia Vs. Kecerdasan Buatan
(Artificial Intelligence)
Nah disini saya ingin membahas teknologi yang canggih
tentang teknologi komputerisasi yang tentunya membuat kalian kagum guys semoga
saya menulis artikel ini tidak sia sia, bermanfaat dan menambah pengetahuan,
karena makin banyak tahu makin banyak ilmu.
Manusia Vs. Kecerdasan Buatan, di era teknologi sekarang
ini, semua raksasa teknologi pasti ingin
berlomba-lomba mengembangkan robot berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelligence) atau yang singkat dengan A.I yang mampu belajar layaknya manusia.
Tidak terkecuali Microsoft, siapa sih
yang anak Komputer nggak tau Microsoft itu.. kebangetan kalau anak Komputer
nggak tau. Tidak di ketahui pasti apa maksud tujuan mereka untuk mengembangkan
Kecerdasan Buatan.
Beberapa waktu yang lalu perusahaan raksasa teknologi , Microsoft mengembangkan robot berbasis Kecerdasan Buatan/ Artificial Intelegence yang mampu belajar layaknya manusia, wah keren kan. Di awal tahun 2016 Microsoft bagian ROBOTICS mengembangkan Robot yang dibekali dengan Kecerdasan Buatan yang di beri nama “Sophia” itu Robot yang di kembangkan Microsoft.
Dr. David Hansson, selaku programmer dan perancang robot tersebut dan juga CEO dari HANSON ROBOTICS, Robot ini mampu belajar layaknya manusia, menjawab pesan otomatis di Twitter akunya yang bernama @Tay aplikasi ini bereksperimen untuk melakukan penelitian tentang pemahaman percakapan BAHKAN @Tay (robot Sophia) bisa mempelajari Gender (jenis kelamin), Kode Pos, Makanan Favorit, nama panggilan dan banyak hal lainnya terkait orang yang berinteraksi dengannya. WOUW
Saya kagum merinding melihat
kecanggihan teknologi ini, dengan wajah yang sangat mirip dengan manusia,
memiliki ekspresi wajah, mampu berbicara dengan gerakan bibir pas sesuai dengan
apa yang robot itu katakan. Robot bukan sembarang robot-robotan pasalnya robot
dengan Kecerdasan Buatan memiliki IQ. Namun, sampai saat ini IQ robot berbasis Kecerdasan Buatan masih
setara dengan IQ seorang anak usia 4 tahun, tapi bukan berarti robot ini
bertingkah laku seperti anak usia 4 tahun.
Robot Sophia yang di kembangkan
Microsoft ini baru sampai bagian Kepala saja yang menurut saya hampir sempurna,
mempunyai mimik wajah , bisa berkedip, Gerakan bibirnya ‘sesuai dengan apa yang
di katakanya, pokoknya udah sangat mirip mirip dengan manusia.
Tetapi kurang dari 24 Jam Kecerdasan
Buatan tersebut membuat ulah, robot tersebut membuat tweet bernada rasis(kata
kata kasar), menyalahkan mantan presiden Amerika Serikat, dan mengunggah gambar
grafis berunsur seksual. Tweet bernada kasar dan menghina beberapa pihak itu
menjadi perhatian banyak pengguna media sosial. Akibat ulahnya, Microsoft
akhirnya MENONAKTIFKAN akunnya dan meminta maaf kepada publik. Saya pun sedih
guys mendengarnya, karena Kecerdasan Buatan itu akhirnya di Nonaktifkan, saya
juga tidak tahu apakah Microsoft berhenti sampai disitu saja atau Microsoft masih
terus akan mengebangkan Kecerdasan Buatannya.
Robot Sophia dengan kecerdasan
buatan ini bukan satu-satunya yang dibuat dalam sejarah perkembangan teknologi,
ISTILAH Artificial Intellegence/Kecerdasan Buatan pertama kali digunakan
pertama kali pada tahun 1950-an oleh seorang perintis Komputer yang
memperkenalkan dalam makalahnya beberapa kecerdasan buatan yang menunjukan
hasil akhir yang mencengangkan, Seperti Robot Sophia yang mampu belajar banyak
hal kurang dari 24 jam. Sebenarnya masih banyak Teknologi Kecerdasan buatan
lainnya namun, hasil hasil tersebut memang menunjukan bahwa perkembangan teknologi begitu luar biasa namun bukan
berarti tanpa “CACAT”, Sophia pada akhirnya di nonaktifkan akibat kata kata
tidak pantas yang dipelajarinya.
Lalu, apakah anda berfikir robot
akan menggeser keberadaan kehidupan manusia sebagai pencipta mereka? Jika iya,
sama seperti saya. Saya juga berfikir jika robot terus di kembangkan dan
dibekali dengan kecerdasan buatan / Artificial Intellegence bukan tidak mungkin
hal itu bisa terjadi. Robot mungkin bisa jadi akan mengancam kehidupan manusia
selaku penciptanya, atau mungkin peperangan yang mungkin akan terjadi lagi
antar umat manusia di masa depan akan di gantikan oleh robot yang mewakili
manusia sebagai tuan mereka
Bahkan beberapa Organisasi Keamanan dunia sangat
menghawatirkan tentang hal ini. Tapi saya berfikir ke hal lain tentang hal ini.
Tak perlu khawatir dengan hal robot akan menggeser kehidupan manusia selaku
penciptanya, karena Robot tidak memiliki rasa “Ingin” untuk melakukan suatu
hal, robot tidak bisa bermain, robot tidak mempunyai perasaan, robot hanya
berjalan sesuai dengan Program yang ditanamkan ke robot tersebut.
Untuk lebih jelasnya silahkan TONTON VIDEO BERIKUT....!!!!
Nah,
sampai disini dulu artikelnya, makasih buat yang sudah membaca. Semoga artikel
ini bermanfaat dan menambah pengetahuan anda yang sangat suka dengan teknologi.
Jangan lupa datang lagi ya. karena makin banyak tahu.. makin banyak ilmu.
Goodbye!


Komentar
Posting Komentar